Batik Hadipriyanto (atau yang sering dikenal juga sebagai Batik Mruyung) adalah salah satu ikon legendaris dalam dunia membatik di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Namanya diambil dari nama sang pelopor sekaligus lokasi workshop-nya yang berada di Kampung Mruyung, Kecamatan Banyumas. Batik Hadipriyanto didirikan oleh mendiang Haji Hadipriyanto. Beliau adalah sosok maestro yang diakui sebagai salah satu tokoh utama yang menghidupkan dan melestarikan eksistensi Batik Banyumasan. Kampung Mruyung sendiri dulunya merupakan pusat soga (pewarnaan batik alami) dan pusat produksi batik yang sangat berjaya. Di tangan keluarga Hadipriyanto, tradisi membordir malam di atas kain ini dijaga secara turun-temurun hingga saat ini dikelola oleh generasi penerusnya. Batik Banyumasan secara umum memiliki karakter yang berbeda dengan Batik Solo atau Yogyakarta.
Batik Banyumasan secara umum memiliki karakter yang berbeda dengan Batik Solo atau Yogyakarta. Pada Batik Hadipriyanto, ciri khas tersebut terlihat sangat kental: Didominasi oleh warna-warna alam yang pekat dan tegas, seperti cokelat tua (soga), hitam, dan latar belakang berwarna krem atau kuning gading (kuning langsat). Motifnya cenderung berukuran besar, tegas, dan tidak terlalu rumit, mencerminkan watak masyarakat Banyumas yang blakasuta (jujur, apa adanya, dan ceplas-ceplos). Beberapa motif terkenal yang diproduksi di sini antara lain Jonasan, Bakaran, Sawat Penganten, Sekarsurya, dan tentu saja motif Banyumasan klasik lainnya.
Di tengah gempuran batik printing (tekstil motif batik) yang murah dan cepat, daya tarik utama dari Batik Hadipriyanto adalah komitmennya terhadap proses tradisional. Mereka tetap memproduksi: Batik Tulis: Menggunakan canting dan malam secara manual. Satu kain batik tulis bisa memakan waktu berminggu-minggu hingga bulanan untuk selesai. Batik Cap: Menggunakan stempel tembaga besar untuk menjaga efisiensi namun tetap menggunakan lilin/malam panas yang otentik. Jika Anda berkunjng ke Kecamatan Banyumas, workshop Batik Hadipriyanto di Mruyung bukan sekadar toko. Tempat ini berfungsi sebagai destinasi wisata edubudaya. Pengunjung tidak hanya bisa membeli kain jadi atau pakaian siap pakai, tetapi juga bisa melihat langsung para pengrajin (yang mayoritas adalah ibu-ibu sepuh lokal) menggoreskan canting di atas kain.
Jl. Mruyung No.9, Banyumas, Sudagaran, Kec. Banyumas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53192, Indonesia, Sudagaran, Banyumas