Desa Wisata Pekuncen yang terletak di Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, merupakan salah satu desa wisata budaya dan religi yang sangat terkenal. Desa ini menjadi pusat pelestarian adat istiadat leluhur yang masih sangat kental dan terjaga di tengah arus modernisasi. Masyarakat di sini menganut ajaran Islam Kejawen atau yang dikenal dengan perhitungan kalender Aboge (Alif Rebo Wage) dalam menentukan hari-hari besar keagamaan. Desa ini menjadi pusat ziarah dan tempat bersemayamnya petilasan atau makam tokoh leluhur mereka, Kiai Bonokeling, yang dihormati secara turun-temurun.
Desa Pekuncen rutin menarik wisatawan nusantara hingga peneliti budaya berkat ritual adatnya yang unik yaitu Tradisi Unggahan yang merupakan ritual tahunan yang diselenggarakan setiap hari Jumat terakhir di bulan Ruwah (menjelang bulan suci Ramadan). Ratusan hingga ribuan keturunan (trah) Bonokeling dari berbagai daerah (seperti Banyumas dan Cilacap) datang dengan berjalan kaki puluhan kilometer menuju kompleks makam leluhur tanpa alas kaki sebagai bentuk laku spiritual. Para peserta mengenakan pakaian adat khas Jawa buatan sendiri—kaum wanita memakai kemben/jarit dengan selendang putih, sementara kaum pria mengenakan jas hitam, ikat kepala, dan kain jarit. Tradisi unik lainnya dalam ritual ini adalah kaum pria yang turun tangan langsung menyiapkan dan memasak makanan secara bersama-sama.
C4Q9+Q6Q, Jl. Raya Kedungwringin, Kalisalak, Pekuncen, Kec. Jatilawang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53174, Indonesia, Pekuncen, Jatilawang